Ensiklopedia Permainan Tradisional Nusantara

44 permainan dari berbagai daerah, lengkap dengan cara bermain, manfaat, catatan keselamatan, dan sumber rujukan untuk dimodifikasi dalam pembelajaran PJOK.

Menampilkan 44 dari 44 permainan
Engklek (Sunda Manda)
SD (Kelas 1-6)
Keseimbangan Hampir seluruh Nusantara

Nama lain: Sondah, Taplak, Dampu, Kengkeng, Pacih, Cengkling, Dengklaq (Betawi), Dedplak (Bali)

Pemain melompat dengan satu kaki di atas peta petak yang digambar di lantai atau tanah sambil mengambil gaco miliknya.

  • 2 - 5 anak
  • Kapur/tali untuk peta petak, gaco (pecahan keramik/batu pipih)
  • 15 - 20 menit

Gambar peta petak. Pemain melempar gaco ke petak pertama, lalu melompat satu kaki melewati petak-petak berurutan tanpa menginjak petak berisi gaco, kembali, dan mengambilnya. Giliran berpindah jika gaco keluar petak atau kaki menyentuh garis.

Manfaat: Melatih keseimbangan dinamis, kekuatan otot tungkai, ketepatan lemparan, dan kontrol emosi saat menunggu giliran.
Catatan guru & keselamatan: Pilih permukaan datar dan tidak licin. Ganti kaki tumpu kiri-kanan agar beban otot seimbang.
Sumber: 1, 2, 3
Egrang Bambu
SD - SMA
Keseimbangan Aceh, Sulawesi Selatan, Jawa, dan daerah lain

Nama lain: Jajangkungan, Geunteut (Aceh), Ma'longgak (Sulsel)

Berjalan di atas dua batang bambu bertumpu tinggi dengan menjaga keseimbangan tubuh.

  • Individu / lomba estafet
  • 1 pasang egrang bambu (pijakan setinggi 20-40 cm)
  • 15 - 20 menit

Naiki pijakan egrang sambil memegang batang bambu. Mulai dari pijakan rendah, latih berdiri, melangkah pelan, lalu berjalan lurus, berbelok, dan lomba estafet jarak pendek.

Manfaat: Melatih proprioception, postur, fokus, dan kekuatan otot inti (core).
Catatan guru & keselamatan: Mulai dengan pijakan rendah (± 20 cm), sediakan pendamping di samping, dan gunakan alas lapangan rumput/matras tipis untuk pemula.
Sumber: 1, 2, 3
Egrang Batok Kelapa
SD - SMP
Keseimbangan Maluku dan Jawa

Nama lain: Enggrang batok, Lari tempurung (Maluku), Terompah batok

Berjalan dengan berpijak pada dua batok kelapa yang ditarik talinya dengan tangan.

  • Individu / lomba
  • 2 batok kelapa berlubang + tali (panjang setara tinggi pinggang)
  • 10 - 15 menit

Pijak bagian atas batok, pegang tali dengan kedua tangan, tarik tali agar batok menempel di telapak kaki, lalu melangkah berirama. Bisa dilombakan lurus, zig-zag, atau estafet.

Manfaat: Melatih koordinasi tangan-kaki, keseimbangan, dan ritme langkah.
Catatan guru & keselamatan: Lebih aman untuk pemula daripada egrang bambu karena tinggi pijakan rendah. Periksa tali dan batok agar tidak retak.
Sumber: 1, 2, 3
Balap Bakiak (Terompah Panjang)
SD - SMA
Keseimbangan Sumatera Barat

Nama lain: Terompah panjang, Lomba bakiak

Beberapa pemain memakai satu papan alas kaki panjang bersama dan harus berjalan serempak menuju garis akhir.

  • 3 - 4 anak per regu
  • Bakiak/terompah papan panjang, lintasan 15-20 m
  • 15 - 20 menit

Setiap regu berdiri sebaris pada papan, kaki masuk ke tali pijakan. Pemimpin di depan memberi aba-aba "kanan-kiri" agar langkah seirama. Regu yang lebih dulu sampai garis akhir menang; regu yang terjatuh mengulang dari titik jatuh.

Manfaat: Melatih kerja sama, komunikasi, ritme gerak, dan keseimbangan kelompok.
Catatan guru & keselamatan: Gunakan lintasan datar tanpa kerikil. Anak dengan tinggi badan hampir sama dalam satu regu memudahkan langkah serempak.
Sumber: 1, 2, 3
Patung-patungan (Tak Patung)
SD (Kelas 1-3)
Keseimbangan Jawa Barat dan sekitarnya

Nama lain: Cas jadi patung, Freeze

Pemain bergerak bebas lalu berhenti membeku seperti patung saat aba-aba diberikan.

  • 6 - 20 anak
  • Musik/tepukan (opsional)
  • 10 - 15 menit

Pemain bergerak (berjalan, melompat, menari) mengikuti musik atau tepukan. Saat berhenti, semua harus membeku dengan pose satu kaki/keseimbangan. Yang bergerak atau goyah keluar satu ronde atau melakukan tugas ringan.

Manfaat: Melatih kontrol tubuh, keseimbangan statis, konsentrasi, dan respons terhadap aba-aba.
Catatan guru & keselamatan: Cocok sebagai pemanasan. Variasikan pose (satu kaki, jinjit, membungkuk) untuk menaikkan tantangan.
Sumber: 1, 2
Rangku Alu (Bambu Lompat)
SD - SMP
Ketangkasan & Lompat Nusa Tenggara Timur

Nama lain: Rangku alu (Manggarai)

Empat pemegang menggerakkan bambu berpola buka-tutup berirama sementara pemain melompat di sela-selanya.

  • 6 - 10 anak
  • 4 batang bambu (± 2 m), lagu/tepukan pengiring
  • 15 - 20 menit

Dua pasang pemegang duduk/jongkok berhadapan dan menepukkan bambu ke lantai lalu saling menjepit berirama. Pemain melompat masuk saat bambu terbuka dan keluar sebelum menutup. Naikkan tempo bertahap.

Manfaat: Melatih ritme, ketepatan waktu (timing), kelincahan kaki, dan konsentrasi.
Catatan guru & keselamatan: Mulai dengan tempo lambat. Pemegang bambu harus duduk dengan jari jauh dari titik benturan bambu.
Sumber: 1
Lompat Tali Karet (Yeye)
SD (Kelas 1-6)
Ketangkasan & Lompat Seluruh Nusantara

Nama lain: Lompat karet, Lompat tinggi karet

Melompati untaian karet gelang yang ketinggiannya dinaikkan bertahap dari lutut hingga kepala.

  • 3 - 8 anak
  • Untaian karet gelang (3-5 m)
  • 15 - 25 menit

Dua pemain merentangkan karet, pemain lain melompatinya dengan variasi (satu kaki, silang, menendang). Bila semua berhasil, tinggi karet dinaikkan. Pemain yang gagal atau menyentuh karet bergantian menjadi pemegang.

Manfaat: Meningkatkan daya ledak tungkai, fleksibilitas, dan kelincahan.
Catatan guru & keselamatan: Batasi tinggi maksimal sesuai kemampuan (setinggi dada untuk SD). Lakukan pemanasan pergelangan kaki lebih dulu.
Sumber: 1, 2, 3
Lompat Tali Panjang
SD - SMP
Ketangkasan & Lompat Seluruh Nusantara

Nama lain: Lompat tali

Dua pemain memutar tali panjang dan pemain lain masuk melompatinya tanpa tersangkut.

  • 3 pemain atau lebih
  • Tali panjang (3-4 m)
  • 15 - 20 menit

Dua orang memutar tali. Pemain masuk saat tali di titik tertinggi, melompat, lalu keluar. Pemain yang menyentuh tali menggantikan pemutar. Variasi: melompat berpasangan, sambil bernyanyi, atau menghitung jumlah lompatan.

Manfaat: Melatih koordinasi, ritme, ketahanan kardio, dan kekuatan tungkai.
Catatan guru & keselamatan: Sesuaikan kecepatan putar tali dengan kemampuan pemula. Gunakan alas lapangan yang tidak keras.
Sumber: 1, 2
Kuda Loncat
SD - SMP
Ketangkasan & Lompat Seluruh Nusantara

Nama lain: Lompat kuda, Leapfrog

Sebagian pemain membungkuk berjajar sebagai "kuda" dan pemain lain melompatinya satu per satu.

  • 4 - 12 anak
  • Tidak ada
  • 10 - 15 menit

Beberapa pemain membungkuk sebaris dengan jarak cukup. Pemain paling belakang berlari lalu melompat dengan bertumpu tangan di punggung kuda. Setelah melompati semua, ia menjadi kuda di depan.

Manfaat: Melatih kekuatan lengan-bahu, daya ledak, dan keberanian melakukan lompatan tumpuan tangan.
Catatan guru & keselamatan: Pastikan "kuda" menunduk kokoh dengan kepala masuk. Latih dari jarak dekat dan tinggi rendah lebih dulu.
Sumber: 1
Lompat Kodok
SD (Kelas 1-6)
Ketangkasan & Lompat Bengkulu

Nama lain: Lompek kodok (Bengkulu), Lompat katak

Berlomba melompat dalam posisi jongkok seperti katak menuju garis akhir.

  • 4 - 12 anak
  • Kun/kapur penanda lintasan
  • 10 - 15 menit

Pemain jongkok dengan tangan di lutut atau di belakang kepala, lalu melompat maju bergantian. Yang lebih dulu mencapai garis akhir menang.

Manfaat: Melatih kekuatan dan daya tahan otot tungkai serta koordinasi.
Catatan guru & keselamatan: Batasi jarak lintasan (± 10 m) dan beri jeda istirahat untuk mencegah kelelahan lutut.
Sumber: 1
Fahombo Mini (Adaptasi Lompat Batu Nias)
SMP - SMA
Ketangkasan & Lompat Nias, Sumatera Utara

Nama lain: Hombo batu, Lompat batu

Tradisi adat Nias melompati tumpukan batu setinggi sekitar 2 meter; di sekolah diadaptasi menjadi lompat rintangan rendah yang aman.

  • Individu (giliran)
  • Tali/karet lompat, tiang, matras tebal
  • 20 - 30 menit

Aslinya, anak-anak Nias berlatih sejak kecil dengan melompati tali yang ketinggiannya dinaikkan bertahap sesuai usia. Adaptasi: pasang tali/karet di dua tiang, pemain berancang-ancang pendek, bertumpu dua kaki, lompat tanpa menyentuh tali, dan mendarat di matras dengan lutut menekuk.

Manfaat: Melatih daya ledak, teknik tumpuan dan pendaratan, keberanian, serta nilai budaya Nias.
Catatan guru & keselamatan: PENTING: jangan meniru tinggi asli (± 2 m). Tradisi aslinya berisiko cedera serius. Di sekolah gunakan tali rendah, matras pendaratan, dan latih teknik mendarat dulu.
Sumber: 1, 2, 3
Balap Karung
SD - SMP
Ketangkasan & Lompat Seluruh Nusantara

Nama lain: Lompat karung

Berlomba melompat dengan setengah badan masuk karung hingga garis akhir.

  • 4 - 10 anak
  • Karung goni/plastik tebal, lintasan 10-15 m
  • 10 - 15 menit

Pemain memasukkan kedua kaki ke karung dan memegang bibir karung. Melompat serentak menuju garis akhir; bila jatuh, bangun dan lanjut dari titik jatuh.

Manfaat: Melatih kekuatan tungkai, keseimbangan, dan semangat sportif.
Catatan guru & keselamatan: Pastikan karung tidak robek dan lintasan rumput/tanah rata. Gunakan sepatu tertutup.
Sumber: 1, 2
Bentengan
SMP (Kelas 7-9)
Strategi & Kelincahan Jawa Tengah

Nama lain: Benteng-bentengan, Jeg-jegan, Jemamok (Lampung), Bom (Sulsel)

Dua tim saling merebut benteng lawan sambil menawan pemain yang tersentuh.

  • 10 - 20 anak (2 tim)
  • 2 tiang/pohon/tembok sebagai benteng
  • 20 - 30 menit

Tiap tim menjaga bentengnya. Pemain keluar untuk menyentuh benteng lawan; pemain yang tersentuh lawan yang keluar lebih dulu dianggap tertawan. Tim menang bila menyentuh benteng lawan atau menawan seluruh anggota lawan.

Manfaat: Melatih sprint pendek, kelincahan, refleks, strategi, dan pembagian peran (penyerang, penjaga, pengecoh).
Catatan guru & keselamatan: Beri batas area dan larang mendorong/menarik baju. Tandai penawan dengan sentuhan ringan.
Sumber: 1, 2, 3
Gobak Sodor (Galah Asin)
SD & SMP
Strategi & Kelincahan Jawa dan Bali (nasional)

Nama lain: Galasin (Bali), Hadang (Kalimantan/Sulawesi), Galah (Aceh)

Tim penjaga menghadang di atas garis; tim penyerang berusaha melewati semua garis dan kembali tanpa tersentuh.

  • 6 - 12 anak (2 tim)
  • Lapangan persegi panjang bergaris (kapur/kun)
  • 20 - 30 menit

Buat lapangan persegi panjang terbagi kotak-kotak. Penjaga hanya boleh bergerak di garis masing-masing. Penyerang harus mencapai garis akhir lalu kembali ke awal. Bila tersentuh, tim bertukar peran.

Manfaat: Melatih kelincahan lateral, reaksi, stamina, kewaspadaan, dan kerja sama.
Catatan guru & keselamatan: Untuk kelas kecil, gunakan lapangan lebih pendek. Sentuhan saja, tanpa menarik.
Sumber: 1, 2, 3
Galah Panjang
SD - SMP
Strategi & Kelincahan Sumatera Barat dan Kalimantan Selatan

Nama lain: Cak bur (Sumbar), Galah panjang (Kalsel)

Serupa gobak sodor: penjaga menempati garis rintangan dan penyerang harus melewatinya dengan lincah.

  • 8 - 16 anak (2 tim)
  • Lapangan dengan beberapa garis paralel (kapur)
  • 20 - 30 menit

Gambar beberapa garis paralel (misalnya lima). Penjaga berdiri di garis dan berusaha menyentuh penyerang yang mencoba melewati semua garis. Bila berhasil menyentuh, peran bertukar.

Manfaat: Melatih efisiensi gerak, keseimbangan, dan pengambilan keputusan cepat.
Catatan guru & keselamatan: Kenalkan sebagai variasi gobak sodor dengan aturan sentuhan yang jelas.
Sumber: 1, 2, 3
Petak Umpet
SD (Kelas 1-6)
Strategi & Kelincahan Seluruh Nusantara

Nama lain: Enggo, Delikan (Jawa), Sembunyi

Satu pemain mencari, yang lain bersembunyi lalu berusaha kembali ke "pos" tanpa tertangkap.

  • 4 - 15 anak
  • Area bermain luas dengan penanda batas
  • 15 - 20 menit

Penjaga menghitung sambil menutup mata di pos. Pemain lain bersembunyi. Penjaga mencari dan menyebut nama pemain yang ditemukan; pemain bebas jika berhasil menyentuh pos lebih dulu.

Manfaat: Melatih kecepatan, kewaspadaan, perencanaan, dan kesabaran.
Catatan guru & keselamatan: Tentukan batas area dan daerah terlarang (mis. area parkir, jalan raya). Awasi anak-anak kecil.
Sumber: 1, 2, 3
Kucing dan Tikus
SD (Kelas 1-4)
Strategi & Kelincahan Sumatera dan sekitarnya

Nama lain: Kucing-kucingan, Kucing rabun (Bengkulu)

Sebagian pemain membentuk lingkaran bergandengan; satu "tikus" berada di dalam dan satu "kucing" di luar mengejarnya.

  • 8 - 20 anak
  • Tidak ada / kun sebagai batas lingkaran
  • 10 - 15 menit

Pemain lain berpegangan tangan membentuk lingkaran. Kucing berusaha masuk menangkap tikus; lingkaran boleh dinaikkan/diturunkan tangan untuk menghalangi atau meloloskan. Tikus tertangkap, ganti peran.

Manfaat: Melatih kelincahan, refleks, dan strategi kelompok sederhana.
Catatan guru & keselamatan: Batasi kecepatan dan pastikan kucing hanya menyentuh, tidak menarik.
Sumber: 1, 2
Polisi dan Maling
SD - SMP
Strategi & Kelincahan Nasional

Nama lain: Polisi-polisian

Tim "maling" bersembunyi/menghindar, tim "polisi" mengejar dan menahan di penjara; maling bebas jika dibebaskan temannya.

  • 10 - 20 anak (2 tim)
  • Kun/tali untuk area "penjara"
  • 15 - 25 menit

Tentukan area bermain dan satu titik penjara. Polisi menyentuh maling untuk menahannya. Maling yang bebas dapat membebaskan tawanan dengan menyentuhnya. Tim polisi menang bila semua maling tertahan.

Manfaat: Melatih lari sprint, strategi tim, dan komunikasi.
Catatan guru & keselamatan: Tentukan batas area dan aturan sentuhan. Gunakan peluit untuk memulai/mengakhiri.
Sumber: 1
Tarik Tambang
SMP - SMA
Kekuatan Seluruh Nusantara

Nama lain: Tarek talo (Aceh), Hela rotan (Maluku), Lenggang rotan

Dua tim adu kekuatan menarik tali hingga penanda tengah melewati garis lawan.

  • 10 - 16 anak (2 tim)
  • Tali tambang panjang, pita/kain penanda tengah, garis batas
  • 10 - 15 menit

Tim berbaris di sisi tali, tunggu aba-aba, lalu menarik. Tim menang jika berhasil menarik pita penanda melewati garis milik mereka.

Manfaat: Meningkatkan daya tahan otot lengan, tungkai, cengkeraman, dan kekompakan tim.
Catatan guru & keselamatan: Gunakan sarung tangan/lantai tidak licin. Ajarkan cara melepas tali serentak agar tidak terjatuh.
Sumber: 1, 2, 3
Dagongan
SMA (Kelas 10-12)
Kekuatan Jawa Barat (Sunda)

Nama lain: Dorong bambu

Dua regu mendorong batang bambu dari sisi berlawanan hingga salah satu regu terdorong melewati garis.

  • 10 - 16 anak (2 tim)
  • Bambu licin (± 4-5 m), garis tengah
  • 10 - 15 menit

Setiap regu berbaris menghadap bambu dan mendorong bersama. Regu yang berhasil mendorong lawan melewati garis batas menang.

Manfaat: Melatih kekuatan dorong tubuh, tungkai, dan kekompakan tim.
Catatan guru & keselamatan: Pakai alas kaki tidak licin dan aturan dorong yang jelas; hentikan bila ada yang terpeleset.
Sumber: data bawaan aplikasi
Panjat Pinang Mini
SMP - SMA
Kekuatan Nasional (tradisi Agustusan)

Nama lain: Panjat tiang

Tim bekerja sama saling menopang untuk mencapai hadiah di puncak tiang; di sekolah diadaptasi dengan tiang rendah.

  • Tim 4 - 6 anak
  • Tiang rendah (2-3 m), matras, hadiah simbolis
  • 15 - 20 menit

Tim menyusun formasi bertumpu (bawah kuat, atas ringan) untuk menggapai hadiah. Waktu tercepat menang.

Manfaat: Melatih kerja sama tim, kekuatan, dan strategi pembagian peran.
Catatan guru & keselamatan: Gunakan tiang rendah dan matras, jangan menumpuk lebih dari 2 tingkat. Awasi ketat.
Sumber: 1, 2
Kasti
SD - SMP
Lempar, Pukul & Tangkap Nasional

Tim pemukul memukul bola lalu berlari antar pos, sementara tim penjaga menangkap dan melempar bola untuk mematikan pelari.

  • 12 anak (2 tim)
  • Bola kasti/tenis, pemukul, 4 tiang pos
  • 30 - 40 menit

Tim pemukul memukul bola lalu berlari melewati pos-pos menuju "rumah". Tim jaga menangkap bola dan menyentuhkannya ke pelari sebelum masuk pos. Jika berhasil, tim bertukar peran.

Manfaat: Melatih lari, lempar-tangkap, ketepatan memukul, dan kerja sama.
Catatan guru & keselamatan: Untuk SD gunakan bola lunak dan pemukul ringan. Jaga jarak aman dari pemukul.
Sumber: 1, 2, 3
Gatrik (Benthik / Patok Lele)
SD - SMP
Lempar, Pukul & Tangkap Jawa Barat (nama lain di banyak daerah)

Nama lain: Patil lele, Tak kadal, Benthing, Kayu doi (NTT), Tek-tek (Babel)

Sebilah kayu pendek dipukul dengan kayu panjang sejauh mungkin, lalu tim lawan berusaha menangkapnya.

  • 2 tim @ 2-5 anak
  • Kayu/bambu panjang (± 30 cm) dan pendek (± 10 cm), 2 batu bata
  • 20 - 30 menit

Letakkan kayu pendek di antara dua batu bata, cungkil dengan kayu panjang hingga melambung, lalu pukul jauh-jauh. Tim penjaga menangkap; bila gagal, pemukul menghitung jarak jatuh dengan tongkat untuk poin.

Manfaat: Melatih koordinasi mata-tangan, ketepatan pukulan, dan kerja sama tim.
Catatan guru & keselamatan: Gunakan kayu pendek berujung tumpul dan lapangan lapang. Penjaga berjarak cukup jauh dari pemukul.
Sumber: 1, 2, 3
Boi-boian
SD - SMP
Lempar, Pukul & Tangkap Jawa Barat / Jawa

Nama lain: Boy-boyan, Lempar boy, Gembatan

Satu tim melempar bola untuk merobohkan susunan pecahan genteng, lalu berusaha menyusunnya kembali sambil menghindari lemparan bola lawan.

  • 10 - 16 anak (2 tim)
  • Bola kecil (bola tenis/kasti), tumpukan genteng pecah/batu pipih
  • 20 - 30 menit

Tim penyerang melempar bola merobohkan menara. Tim lain menyusunnya kembali sambil dilempari bola. Tim menang jika menara tersusun rapi tanpa ada pemain yang terkena bola.

Manfaat: Melatih ketepatan lempar, refleks menghindar, dan kerja sama.
Catatan guru & keselamatan: Gunakan bola lunak (busa/bola tenis) dan susunan pecahan pengganti seperti kaleng/kotak kardus agar aman. Larang lemparan ke kepala.
Sumber: 1, 2, 3
Balogo
SD - SMA
Lempar, Pukul & Tangkap Kalimantan Selatan (suku Banjar)

Nama lain: Ba logo, Logo tempurung

Pemain merobohkan susunan tempurung kelapa berbentuk piramida mini dengan alat pemukul.

  • 2 - 5 anak atau regu
  • Tempurung kelapa bersusun (logo), pemukul (panapak) dari kayu
  • 15 - 20 menit

Susun logo tempurung berbentuk piramida kecil. Pemain bergiliran melempar/memukul dengan panapak dari jarak tertentu hingga piramida roboh.

Manfaat: Melatih ketepatan, konsentrasi, dan pengendalian tenaga.
Catatan guru & keselamatan: Gunakan jarak aman dari pemukul. Cocok untuk penilaian ketepatan lemparan.
Sumber: 1, 2
Bola Beracun
SD - SMP
Lempar, Pukul & Tangkap Sulawesi Selatan / Lampung

Nama lain: Gebo (Sulsel), Bola panas

Pemain melempar bola untuk mengenai badan pemain lain (bagian bawah), dan yang terkena keluar sementara atau berganti peran.

  • 10 - 20 anak
  • Bola karet/busa lunak, kun batas
  • 10 - 15 menit

Batasi area. Pelempar mengarahkan bola ke bagian badan (bawah bahu), pemain yang terkena keluar atau menjadi pelempar. Pemain yang menangkap bola dapat menyelamatkan temannya.

Manfaat: Melatih kelincahan menghindar, lempar-tangkap, dan kerja sama.
Catatan guru & keselamatan: Wajib bola lunak dan sasaran hanya dari pinggang ke bawah.
Sumber: 1
Lempar Sandal
SD (Kelas 3-6)
Lempar, Pukul & Tangkap Lampung dan Jawa Barat

Nama lain: Lempar selop, Enang baledog sandal

Pemain melempar sandal ke sasaran dari garis lempar; skor diberikan sesuai ketepatan.

  • 4 - 10 anak
  • Sandal/selop bekas, kun sasaran
  • 10 - 15 menit

Tentukan garis lempar dan sasaran (lingkaran kapur/kun). Setiap pemain melempar bergiliran. Poin diberikan sesuai zona jatuhnya sandal.

Manfaat: Melatih ketepatan lemparan, estimasi jarak, dan koordinasi mata-tangan.
Catatan guru & keselamatan: Gunakan sandal ringan dan larang melempar ke arah orang.
Sumber: 1, 2
Tendang Kaleng
SD - SMP
Strategi & Kelincahan Jawa Barat / Bali

Nama lain: Buntang kaleng, Masempyar (Bali)

Penjaga harus menjaga kaleng sambil mencari pemain yang bersembunyi; pemain bebas bila berhasil menendang kaleng.

  • 6 - 15 anak
  • Kaleng bekas/botol plastik
  • 15 - 20 menit

Satu pemain menjaga kaleng. Yang lain bersembunyi lalu berusaha menendang kaleng tanpa tertangkap. Kalau kaleng tertendang, tawanan bebas dan penjaga mulai lagi.

Manfaat: Melatih kecepatan, kelincahan, dan strategi sembunyi.
Catatan guru & keselamatan: Gunakan kaleng tanpa sisi tajam atau botol plastik.
Sumber: 1, 2
Congklak / Dakon
SD (Kelas 1-3)
Permainan Papan & Ketelitian Nasional (diduga masuk lewat jalur perdagangan)

Nama lain: Dakon, Mokaotan (Bali/Sulawesi), Jeplak (Kalimantan), Congkak (Melayu)

Pemain memutar biji ke lubang-lubang papan untuk mengumpulkan biji terbanyak di lubang besar miliknya.

  • 2 anak
  • Papan congklak (16 lubang) + 98 biji/kerang
  • 15 - 30 menit

Ambil semua biji dari satu lubang, isikan satu per satu ke lubang berikutnya searah. Jika berhenti di lubang berisi, lanjutkan; jika berhenti di lubang kosong sisi lawan, giliran berganti. Pemenang punya biji terbanyak.

Manfaat: Alternatif saat hujan: melatih strategi, hitungan, ketelitian, dan kesabaran.
Catatan guru & keselamatan: Cocok sebagai aktivitas dalam ruangan atau penenangan.
Sumber: 1, 2, 3
Bekel
SD (Kelas 1-4)
Permainan Papan & Ketelitian Jawa, Kalimantan, Bengkulu

Nama lain: Bola bekel, Kucing-kucingan (Bengkulu)

Pemain memantulkan bola sambil mengambil biji bekel di lantai sebelum bola jatuh.

  • 2 - 4 anak
  • Bola bekel kecil + biji bekel
  • 10 - 15 menit

Lempar bola ke atas/pantulkan ke lantai, ambil satu (lalu dua, tiga, dst.) biji bekel dan tangkap bola sebelum memantul dua kali. Gagal jika bola terlewat atau biji tersentuh.

Manfaat: Melatih koordinasi mata-tangan, ketangkasan jari, dan konsentrasi.
Catatan guru & keselamatan: Cocok di lantai datar dalam ruangan.
Sumber: 1, 2
Batu Seremban
SD (Kelas 1-4)
Permainan Papan & Ketelitian Kalimantan (suku Dayak)

Nama lain: Seremban, Lima batu, Watu gatheng (Jawa)

Lima batu kecil dilempar ke atas lalu ditangkap dengan variasi gerakan tangan.

  • 2 anak atau lebih
  • 5 batu kecil halus
  • 10 - 15 menit

Lempar satu batu ke udara, ambil batu lain di lantai, lalu tangkap batu yang jatuh. Ulangi dengan variasi tingkat kesulitan.

Manfaat: Melatih koordinasi mata-tangan, fokus, dan ketangkasan jari.
Catatan guru & keselamatan: Dapat dilakukan di dalam ruangan; pastikan batu kecil dan bersih.
Sumber: 1
Dam-daman
SD - SMP
Permainan Papan & Ketelitian Jawa Tengah

Nama lain: Dam

Permainan strategi dua pemain dengan bidak yang berpindah pada garis papan.

  • 2 anak
  • Papan garis dan bidak (biji/tutup botol)
  • 15 - 20 menit

Setiap pemain menggerakkan bidaknya mengikuti aturan lokal, berusaha mengurung atau melangkahi bidak lawan. Aturan dapat disepakati bersama sesuai daerah.

Manfaat: Melatih berpikir strategis, perencanaan, dan kesabaran.
Catatan guru & keselamatan: Aturan berbeda tiap daerah; sepakati aturan sebelum bermain.
Sumber: 1, 2
Ular Naga Panjang
SD (Kelas 1-4)
Nyanyian & Ritme Nasional (Jawa Barat/Pandeglang)

Nama lain: Oray-orayan (Sunda)

Barisan anak berpegangan bahu membentuk ular yang meliuk sambil bernyanyi dan menembus "gerbang" dua penjaga.

  • 8 - 20 anak
  • Tidak ada
  • 10 - 15 menit

Dua anak menjadi gerbang dengan tangan tersambung. Anak lain berbaris memegang bahu dan berjalan melewati gerbang sambil bernyanyi. Pada lirik akhir, gerbang menangkap satu anak untuk ditanya pilihan dan masuk kelompok.

Manfaat: Melatih koordinasi berkelompok, ritme, dan kekompakan.
Catatan guru & keselamatan: Sesuaikan panjang barisan dengan area agar tidak terjatuh.
Sumber: 1, 2, 3
Cublak-Cublak Suweng
SD (Kelas 1-6)
Nyanyian & Ritme Jawa Tengah / Yogyakarta

Nama lain: Cublak suweng

Satu pemain menjadi penebak, lainnya memindahkan kerikil dari tangan ke tangan sambil bernyanyi; penebak menebak siapa yang menyembunyikannya.

  • 4 anak atau lebih
  • Kerikil kecil
  • 10 - 15 menit

Penebak membungkuk, pemain lain menaruh telapak tangan di punggungnya. Sambil bernyanyi, kerikil disembunyikan dari satu tangan ke tangan lain. Saat lagu selesai, penebak menebak pemegang kerikil.

Manfaat: Melatih konsentrasi, ketelitian, kerja sama, dan mengenalkan tembang dolanan Jawa.
Catatan guru & keselamatan: Aktivitas tenang, cocok untuk penenangan atau saat hujan.
Sumber: 1, 2, 3
Jamuran
SD (Kelas 1-3)
Nyanyian & Ritme Jawa Tengah

Pemain membentuk lingkaran mengelilingi seorang anak di tengah sambil bernyanyi lalu duduk meniru jenis "jamur" yang dipilih.

  • 6 - 20 anak
  • Tidak ada
  • 10 - 15 menit

Anak di tengah menjadi "pemilih". Lingkaran bergandengan berjalan sambil menyanyi. Saat lagu selesai, semua berhenti dan pemilih menyebut jenis jamur (mis. jamur gajah, jamur ayam) dan semua meniru gerakannya.

Manfaat: Melatih imajinasi, ritme, dan kekompakan; permainan rekreasi tanpa menang-kalah.
Catatan guru & keselamatan: Cocok untuk pemanasan atau pendinginan kelas rendah.
Sumber: 1
Hompimpa (Gambreng)
SD (Kelas 1-6)
Nyanyian & Ritme Jawa & Betawi (nasional)

Nama lain: Gambreng, Hompimpa alaium gambreng

Cara tradisional menentukan giliran atau regu dengan membalik telapak tangan serentak.

  • 3 anak atau lebih
  • Tidak ada
  • 2 - 5 menit

Pemain mengucapkan "hompimpa alaium gambreng" sambil mengayunkan tangan, lalu membalik telapak tangan serentak. Kelompok yang jumlah warna telapaknya paling sedikit menjadi pemenang atau yang jaga.

Manfaat: Melatih kejujuran, pengambilan keputusan bersama, dan mengawali permainan secara adil.
Catatan guru & keselamatan: Gunakan untuk membagi regu sebelum permainan tradisional lainnya.
Sumber: 1, 2
Gasing
SD - SMA
Ketangkasan Alat Seluruh Nusantara

Nama lain: Gangsing, Pukang (Lampung), Bagasing (Kalimantan), Maggasing, Apion (Maluku)

Gasing kayu dililit tali lalu dilempar dan ditarik agar berputar; pemain bisa mengadu putaran atau ketahanan.

  • 2 - 8 anak
  • Gasing kayu + tali gasing
  • 15 - 25 menit

Lilitkan tali dari kaki ke badan gasing. Lempar gasing sambil menarik tali agar berputar. Variasi: adu lama putaran, atau saling mengenai gasing lawan hingga terhenti.

Manfaat: Melatih koordinasi mata-tangan, kontrol tenaga, dan kesabaran.
Catatan guru & keselamatan: Mainkan di area lapang dengan jarak aman; hindari mengenai penonton.
Sumber: 1, 2, 3
Layang-layang
SD - SMP
Ketangkasan Alat Nasional

Nama lain: Layangan

Menerbangkan layang-layang di area terbuka dengan memanfaatkan arah dan kekuatan angin.

  • 1 - 4 anak
  • Layang-layang dan benang (bukan kawat/benang gelasan)
  • 20 - 30 menit

Pegang benang dan larikan layang-layang melawan angin sampai naik. Atur tarik-ulur benang untuk menjaga keseimbangan layang-layang.

Manfaat: Melatih koordinasi, pengamatan angin, dan kesabaran; melibatkan aktivitas lari ringan.
Catatan guru & keselamatan: Mainkan jauh dari jalan raya dan kabel listrik. Jangan pakai benang gelasan atau kawat.
Sumber: 1, 2
Kelereng (Gundu)
SD - SMP
Ketangkasan Alat Seluruh Nusantara

Nama lain: Gundu, Nekeran, Ma'goli (Sulsel)

Pemain menyentil kelereng untuk mengenai kelereng lawan atau memasukkannya ke lubang/lingkaran.

  • 2 - 6 anak
  • Kelereng kaca, kapur/tali untuk lingkaran
  • 15 - 25 menit

Gambar lingkaran atau siapkan lubang. Pemain menyentil kelereng dengan jari untuk mengenai kelereng lawan. Setiap sentuhan yang mengenai kelereng lawan dihitung sebagai poin.

Manfaat: Melatih ketepatan, konsentrasi, dan kontrol jari.
Catatan guru & keselamatan: Di sekolah gunakan skor, bukan taruhan kelereng.
Sumber: 1, 2, 3
Balap Kelereng (Sendok)
SD (Kelas 1-6)
Ketangkasan Alat Nasional (lomba Agustusan)

Nama lain: Balap kelereng

Berlomba membawa kelereng di atas sendok menuju garis akhir tanpa terjatuh.

  • 4 - 10 anak
  • Sendok, kelereng/bola pingpong, lintasan 10 m
  • 10 - 15 menit

Gigit atau pegang sendok berisi kelereng, berjalan cepat ke garis akhir dan kembali. Bila kelereng jatuh, ulangi dari titik jatuh.

Manfaat: Melatih keseimbangan, fokus, dan kontrol gerak halus.
Catatan guru & keselamatan: Gunakan bola pingpong atau kelereng plastik untuk anak kecil.
Sumber: 1
Sepak Raga
SMP - SMA
Ketangkasan Alat Sumatera, Sulawesi, Semenanjung Melayu

Nama lain: Sepak takraw (bentuk modern), Aqraga (Sulsel), Sepak tekong (Sumbar)

Pemain menjaga bola rotan tetap melayang dengan kaki, lutut, atau dada secara bergantian.

  • 3 - 6 anak (lingkaran) / 2 tim
  • Bola rotan/plastik
  • 15 - 25 menit

Berdiri melingkar dan oper bola menggunakan kaki. Hitung jumlah operan sebelum bola jatuh. Versi lanjutan dapat dilakukan dengan net seperti sepak takraw.

Manfaat: Melatih koordinasi kaki, kontrol bola, keseimbangan, dan kelenturan.
Catatan guru & keselamatan: Mulai dengan bola plastik ringan. Lakukan pemanasan sendi panggul dan lutut.
Sumber: 1, 2
Kereta Api (Sepur-sepuran)
SD (Kelas 1-3)
Nyanyian & Ritme Jawa Tengah

Nama lain: Wak-wak gong, Kereta-keretaan

Anak-anak berbaris berpegangan pinggang/bahu meniru gerbong kereta yang berjalan mengelilingi rintangan sambil bernyanyi.

  • 6 - 12 anak
  • Kun sebagai "stasiun"/rintangan
  • 10 - 15 menit

Satu anak menjadi lokomotif di depan. Barisan berjalan, berlari kecil, dan berbelok melewati kun ("stasiun") tanpa melepas pegangan. Pemimpin bergantian setiap putaran.

Manfaat: Melatih koordinasi berkelompok, ritme langkah, dan komunikasi.
Catatan guru & keselamatan: Batasi kecepatan agar barisan tidak terputus dan terjatuh.
Sumber: 1, 2
Megoak-goakan
SD - SMP
Strategi & Kelincahan Bali (Buleleng)

Nama lain: Goak-goakan

Permainan dari Bali yang terinspirasi burung pemangsa (goak/elang) dan mangsanya: satu pemain mengejar barisan yang saling berpegangan.

  • 8 - 15 anak
  • Lapangan terbuka
  • 15 - 20 menit

Barisan berpegangan pinggang di belakang pemimpin. Pemain "goak" berusaha menyentuh pemain paling belakang, sementara barisan meliuk melindungi. Aturan dapat berbeda antar desa, sepakati sebelum bermain.

Manfaat: Melatih kelincahan, kekompakan barisan, dan strategi menghindar.
Catatan guru & keselamatan: Batasi kecepatan agar barisan tidak terputus dan terjatuh.
Sumber: 1
Loncat Ban
SD (Kelas 1-6)
Ketangkasan & Lompat Nasional

Nama lain: Lompat ban bekas

Berlomba melompat melewati susunan ban bekas dengan pola kaki tertentu.

  • 4 - 10 anak
  • Ban bekas (disusun berbaris), kun
  • 10 - 15 menit

Susun ban berbaris atau zig-zag. Pemain melewatinya dengan lompat dua kaki, satu kaki, atau melangkah bergantian. Waktu tercepat tanpa menyentuh ban menang.

Manfaat: Melatih kelincahan kaki, daya ledak, dan koordinasi.
Catatan guru & keselamatan: Pastikan ban bersih dan tidak licin. Tempatkan ban rata di tanah.
Sumber: 1

Tidak ada permainan yang cocok dengan filter/pencarian ini.

Sumber Rujukan

Nama, nama lain, dan daerah asal permainan dirujuk dari sumber di bawah. Deskripsi, langkah bermain, manfaat, dan catatan keselamatan ditulis ulang sebagai bahan ajar. Aturan tiap daerah dapat berbeda, sesuaikan dengan kondisi kelas dan lapangan Anda.

  1. Kompas.com – Daftar Permainan Tradisional dari 37 Provinsi
  2. Wikipedia ID – Daftar permainan Indonesia
  3. Detik Bali – 18 Permainan Tradisional (mengutip buku Kemendikbud & Badan Bahasa)
  4. Detik Jabar – 15 Permainan Tradisional (mengutip buku Kemendikbud & Badan Bahasa)
  5. Good News from Indonesia – Ragam Permainan Tradisional di Setiap Daerah
  6. RRI – Warisan Budaya: Permainan Tradisional dari Berbagai Daerah
  7. Disdikpora Buleleng – Mengenal Kembali Permainan Tradisional Nusantara
  8. Pemkot Banjarmasin – Permainan Tradisional Anak Indonesia Paling Populer
  9. MILO Indonesia – Permainan Olahraga Tradisional untuk Anak
  10. Tribun Pontianak – Aturan Benteng-bentengan dan Gobak Sodor
  11. Kompasiana – Permainan Tradisional dalam Pembelajaran PJOK
  12. Sparks Edu – 15 Permainan Tradisional Indonesia dan Cara Memainkannya
  13. Sparks Sports Academy – 100 Permainan Tradisional
  14. taufiq.net – Permainan Tradisional Indonesia
  15. LPPM Universitas Jambi – Buku Permainan Tradisional
  16. FIK Universitas Negeri Malang – Buku Olahraga dan Permainan Tradisional
  17. Kompas.com – Gatrik: Alat, Aturan, Cara, dan Manfaat
  18. Good News from Indonesia – Mengenal Patok Lele
  19. AnakBisa – Gatrik
  20. ZALORA – Mengenal Kembali Ragam Permainan Tradisional Asli Indonesia
  21. CNN Indonesia – 7 Permainan Tradisional Indonesia
  22. Budaya Jogja – Dolanan Cublak-cublak Suweng
  23. Happy Play Indonesia – Permainan Tradisional dan Cara Mainnya
  24. AnakBisa – Daftar Permainan Tradisional
  25. Perpustakaan.id – 43 Permainan Tradisional dan Daerah Asalnya
  26. Detik Sumut – Mengenal Fahombo, Lompat Batu Nias
  27. Pariwisata Indonesia – Tradisi Fahombo
  28. AnakBisa – Lompat Batu, Olahraga Tradisional Nias
  29. Aturan Permainan – Jenis Permainan Tradisional dari 34 Provinsi
  30. Aturan Permainan – Permainan Tradisional Provinsi Bali (Congklak)
  31. Aturan Permainan – Permainan Tradisional Sulawesi Tengah (Gasing)
  32. ReadMore.id – 100 Permainan Tradisional Indonesia dari Sabang sampai Merauke
  33. Liputan6 – Cara Bermain Cublak Cublak Suweng