Menyemai Kepedulian : Aksi “Tunas Bumi” Mengenal Bahaya Banjir di SDN 1 Tawangsari
Pujon, 6 Januari 2026 – Udara sejuk khas pegunungan masih menyelimuti Desa Tawangsari pagi ini. Namun, di halaman SD Negeri 1 Tawangsari, semangat para siswa sudah nampak hangat. Pagi ini bukan sekadar rutinitas masuk kelas, melainkan momen bagi kami untuk kembali memupuk rasa cinta pada alam melalui program pembiasaan pagi: Tunas Bumi (Tumbuhkan Naluri Sayangi Bumi).
Mengapa Tunas Bumi?
Program Tunas Bumi bukan hanya slogan. Ini adalah ikhtiar kolektif guru dan siswa SDN 1 Tawangsari untuk membentuk karakter generasi masa depan yang memiliki naluri tajam dalam menjaga kelestarian lingkungan. Kami percaya bahwa rasa sayang pada bumi harus ditanamkan sejak dini, selembut tunas yang baru tumbuh.
Materi Pagi Ini: Bersahabat dengan Air, Menghalau Banjir
Mengingat saat ini kita sedang berada di puncak musim penghujan, materi Tunas Bumi pagi ini berfokus pada fenomena Banjir.
Melalui diskusi interaktif di lapangan sekolah, para guru mengajak siswa memahami bahwa banjir bukan sekadar bencana alam biasa, melainkan sering kali merupakan “protes” dari alam atas perlakuan manusia. Beberapa poin penting yang dipelajari siswa pagi ini antara lain:
-
Pentingnya Resapan Air: Siswa diberikan beberapa contoh video dan memahami mengapa menutup seluruh permukaan tanah dengan semen bisa berakibat buruk dan Resapan itu penting adanya
-
Dilema Sampah di Saluran Air: Penjelasan sederhana tentang bagaimana selembar plastik bungkus jajanan yang dibuang sembarangan bisa menjadi “tersangka” utama penyumbatan selokan.
-
Hutan Kita, Pelindung Kita: Mengingat posisi geografis kita di wilayah Pujon yang berbukit, siswa diajak mengenal peran pohon dalam menahan laju air agar tidak langsung turun membawa lumpur ke pemukiman.
“Bumi adalah rumah kita satu-satunya. Jika kita tidak melindunginya dari sekarang, siapa lagi?” – Pesan singkat yang disampaikan saat sesi refleksi pagi.
Kegiatan Tunas Bumi pagi ini ditutup dengan aksi nyata. Siswa-siswi secara serentak memeriksa saluran air di sekitar kelas masing-masing, memastikan tidak ada sampah yang menghambat jalan air. Hal kecil ini diharapkan menjadi kebiasaan (naluri) yang mereka bawa hingga ke rumah dan lingkungan masyarakat.
Melalui langkah kecil di setiap pagi, SD Negeri 1 Tawangsari berkomitmen untuk terus mencetak “Pahlawan Bumi” yang tidak hanya cerdas secara akademis, tapi juga peka terhadap kelestarian alam sekitarnya.
Mari bersama-sama kita tumbuhkan naluri, sayangi bumi, demi masa depan yang lebih indah!